Hasil Sarasehan Pembangungan dan Pengembangan Pariwisata Jawa Barat 2008-2010
Berikut merupakan hasil sarasehan PHRI yang diadakan pada 17 Januari 2008.
Sambutan Herman Muchtar selaku Ketua Panitia
Untuk membaca langsung hasil rekomendasi bisa dilihat di halaman setelahnya
Rekomendasi Sesi 1
- Perubahan pola kunjungan dan pola pembelian produk wisata oleh wisatawan perlu diantisipasi dengan kreativitas pengembangan produk wisata. Kreativitas pengembangan produk pariwisata yang dilakukan oleh seluruh stakeholders pariwisata akan mendorong pariwisata Jawa Barat yang berdaya saing tinggi
- Terbentuknya dan tersosialisasinya identitas dan citra kepariwisataan Jawa Barat kepada para pelaku, pasar sasaran, dan intermediaries kepariwisataan di dalam maupun luar negeri.
- Pariwisata Jawa Barat harus kembali ke Basic . Menciptakan destinasi pariwisata Jawa Barat yang ber SAPTA PESONA guna menciptakan fondasi yang kuat dalam pengembangan pariwisata selanjutnya.
- Terwujudnya kualitas database dan manajemen informasi pariwisata yang komprehensif yang dikelola secara optimal guna memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan stakeholders dan pelayanan kepada wisatawan.
- Pariwisata bersifat multisektoral dan multi disiplin. Oleh karena itu perlu adanya optimalisasi kedekatan pandangan dan kerjasama antar stakeholders di dalam penetapan kebijakan dan regulasi pengembangan dan pemasaran pariwisata Jawa Barat. Koordinasi lintas sektoral juga terkait dengan komunikasi dan aliran informasi, sehingga sosialisasi permasalahan di dalam penyelenggaraan pembangunan pariwisata serta kebutuhan spesifik yang menjadi di kompetensi dan kewenangan pemangku kepentingan lainnya dapat memberikan dukungan yang lebih nyata melalui tindakan kolektif.
- Industri pariwisata pada era sekarang ini merupakan industri jasa yang perkembangannya sangat pesat, sehingga akan banyak keterlibatan tenaga kerja. Pemerintah, masyarakat dan swasta adalah stakeholders yang memegang peranan utama dalam kelangsungan kegiatan pariwisata tersebut. Pemerintah selaku fasilitator dapat mendorong sektor pariwisata untuk lebih produktif khususnya dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditentukan agar dapat menciptakan kepariwisataan yang sinergis baik dari segi jasa pelayanan, sarana-prasarana, pengusahaan objek dan daya tarik wisata.SDM merupakan aspek yang essensial dalam pembangunan kepariwisataan. Peningkatan kualitas SDM terkait dilakukan dengan peningkatan kompetensi dan pemahaman “Job Description “ dalam arti luas baik dari pelaku pariwisata maupun masyarakat perlu dilakukan secara intensif dan periodik.
Rekomendasi SESI 2
- Pengembangan riset pasar dan pemasaran dilakukan mencakup riset database dan riset spesifik secara periodik untuk menghasilkan kualitas informasi yang layak dan mampu mendukung proses pengambilan keputusan stakeholders dalam pembangunan kepariwisataan.
- Penetapan pasar sasaran yang lebih fokus dan terukur untuk dapat mengarahkan pengembangan produk wisata di Jawa Barat didasarkan atas kebutuhan dan keinginan pasar sasaran.
- Penetapan Rencana Pemasaran ( Marketing Blue Print ) yang disusun, disosialisasikan dan diimplentasikan secara terintergrasi kepada seluruh stakeholders .
- Pembentukan Marketing Office/representatif pada negera-negara yang menjadi asal pasar sasaran dengan bekerjasama dengan kedutaan Indonesia di luar negeri atau organisasi – organiasasi pariwisata internasional.
Rekomendasi Sesi 3
- Sumber daya manusia pariwisata mengalami tekanan – tekanan dari pelaku, persaingan dan perubahan. Dengan kondisi tersebut perlu dilakukan peningkatkan kualitas, kuantitas dan kompetensi SDM serta mutu pendidikan di bidang kepariwisataan melalui penerapan standarisasi, sertifikasi dan akreditasi.
- Membangun sumber daya manusia yang memiliki visi dan kapasitas sesuai dengan standar kualitas dan tuntutan perkembangan kepariwisataan global yang berkelanjutan.
- Membangun suatu sistem dan pola dasar pembinaan aparatur pemerintah sehingga dapat memahami dan menjalankan fungsi sebagai fasilitator dan regulator di bidang kepariwisataan atau bidang terkait lainnya. Kemampuan yang memadai tentang kepariwisataan, baik yang bersifat mendasar maupun teknis akan sangat membantu dalam memberikan arah dan memberikan percepatan pada pengembangan kepariwisataan
- Mengembangkan kerjasama dengan lembaga pendidikan pariwisata di tingkat lokal dan regional dalam penyediaan dan peningkatan kualitas SDM pariwisata.
- Membangun masyarakat yang memiliki inisiatif dan kreativitas serta mampu mengembangkan potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki sebagai asset dalam pembangunan pariwisata.
Thank you for reading this post. You can now Leave A Comment (0) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Thursday, January 17th, 2008 and is filed under PHRI, Organization. Tagged with:You can follow any responses to this entry through the Comments Feed. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Previous Post: PHRI dan ASITA Jawa Barat menyelenggarakan Sarasehan Pembangungan & Pengembangan Pariwisata Jawa Barat 2008-2010 »
Next Post: Herman Muchtar melantik BPC PHRI Kota Depok sekaligus kunjungan Kerja ke BPC PHRI Kabupaten Bogor »
- Penandatangan MOU Rublik Artikel dan Konsultasi sekaligus
- DPE Kota Bandung menyelenggarakan Kelompok Kerja dengan tema Revitalisasi fungsi pasar tradisional
- Herman Muchtar melantik BPC PHRI Kota Depok sekaligus kunjungan Kerja ke BPC PHRI Kabupaten Bogor
- Hasil Sarasehan Pembangungan dan Pengembangan Pariwisata Jawa Barat 2008-2010
- PHRI dan ASITA Jawa Barat menyelenggarakan Sarasehan Pembangungan & Pengembangan Pariwisata Jawa Barat 2008-2010
- Foto foto pada Giatnas INKANAS II Cibubur 19-25 November 2007
- Pertemuan tokoh pariwisata Jawa Barat dalam mengevaluasi pariwisata 2007 untuk menghadapi 2008
- Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin.
- Sportivitas Komunikasi










